bersumber pada isi listrik yang di milikinya, aspal emulsi mampu dibedakan berdasarkan :

a. Aspal kationik diujarkan pula aspal emulsi asam, yaitu aspal emulsi yang butiran aspalnya bermuatan arus listrik positif.

b. Aspal anionik diujarkan pula aspal emulsi alkali, yaitu aspal emulsi yang bermuatan negatif.

c. Nonionik yaitu aspal emulsi yang tidak menghadapi ionisasi, yang berarti tidak membawakan listrik

Berdasarkan ketangkasan mengerasnya, aspal emulsi mampu dibedakan berdasarkan :

a. Rapid Setting (rumah sakit), aspal yang mengandun sedikit materi pengemulsi maka pengikatan yang berlangsung kilat serta aspal kilat selaku padat ataupun keras kembali.

b. perantara Setting (MS)

c. Slow Setting (SS), kelas aspal emulsi yang setidaknya pelan mengeras.

Dari ketiga  aspal itu, semen aspal ialah  yang setidaknya banyak dikenakan.

Sifat Kimiawi Aspal

Aspal terdiri dari senyawa hidrokarbon, nitrogen serta metal lain, pantas kelas minyak alam serta cara pengolahannya. taraf kimiawi aspal didetetapkan dari elemen pembuat aspal. kali ini  banyak teknik yang digunakan guna mengamati komponen-komponen pembuat aspal. elemen fraksional pembuat aspal dikelompokkan berlandaskan partikularitas respon yang sama. dari beberapa pengalaman gunakanlah jasa pengaspalan semarang yang sudah mempunyai pengalaman dibidang aspal, agar dapat membantu proyekanda dengan baik

Secara garis besar konstruksi kimiawi aspal terdiri dari asphaltenes, resins serta oils. Asphaltenes lebih-lebih terdiri dari senyawa hidrokarbon, yaitu material bercorak gelap ataupun coklat lanjut usia yang tidak larut dalam n-heptane. Asphaltenes meluas di dalam air yang diujarkan maltenes. Maltenes larut dalam heptane, yaitu air erat yang terdiri dari resins serta oils. Resins ialah air bercorak kuning ataupun coklat lanjut usia yang memberikan adhesi serta aspal, yaitu bagian yang gampang sirna ataupun menyusut sepanjang waktu jasa jalur, sementara itu oils yang bercorak lebih baru yaitu penghubung dari asphaltenes serta resin.

Pengerasan aspal mampu berlangsung lantaran cara oksidasi, evaporasi serta transformasi kimiawi yang ada. respon kimiawi mampu merombak resins selaku asphaltenes, serta oils  selaku  resins yang selaku totalitas akan menaikkan viskositas asapal