Apa Itu Pengertian dan Ciri Istilah Sandwich Generation Pada Orang Jaman Sekarang?

Mungkin sebagian dari Anda sudah sering mendengar istilah sandwich generation atau bisa dikenal pula dengan sebutan generasi roti lapis, generasi roti jepit, generasi roti apit, atau yang lain. Ini merupakan istilah yang disematkan pada sekelompok orang dewasa setengah baya atau lanjut usia serta merawat anak-anak mereka sendiri. Ini menjadi fenomena yang dapat terjadi oleh siapa saja yang masih berada dalam masa perawatan orang tau sendiri serta anak kecil dalam waktu yang bersamaan. Mungkin sebutan tersebut sudah dikenal sejak lama namun kembali booming lagi tahun akhir ini.

Sebenarnya generasi sandwich bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor pula, seperti misalnya kesiapan mental, fisik dan pikiran seorang ibu yang masih kurang. Dengan begitu ketika dihadapkan dengan kondisi hidup yang harus merawat anak dan orang tua atau mertua akan merasa sangat melelahkan. Bahkan akan banyak hal yang dikorbankan para ibu untuk menghabiskan waktu dengan perawatan intens tersebut. Bila Anda sedang dalam kondisi ini, sudah wajar jika kesehatan mental sangat diwaspadai apalagi masa modern ini.

Bila mengenal secara sederhana lagi generasi sandwich merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena fokus atau dua sekaligus antara anak dan orang tua. Dua generasi yang harus dirawat secara bersamaan sehingga memberikan tekanan secara lahir dan batin. Namun kondisi ini tidak selalu memberikan tekanan, bisa pula dinikmati dengan membagi tugas setiap hari baik untuk perawatan, pengobatan, kesulitan financial ataupun yang lain sehingga emosional tetap terkontrol secara baik. Lebih penting lagi mengenai komunikasi bersama dengan pasangan atau orang lain untuk menghindari kemungkinan buruk kesehatan mental.

Biasanya jika sudah ada orang tua yang terjebak dalam fenomena sandwich generation besar kemungkinan hal itu akan menurun kepada anak atau cucunya. Supaya lebih jelas, kenali beberapa ciri dari yang dikatakan generasi sandwich tersebut yaitu:

1. The tradisional.

Generasi sandwich umumnya dilakukan oleh mereka dengan rentan usia antara 40 sampai dengan 50 tahun. Bahkan diapit pula mengenai kebutuhan financial atas pengobatan yang diperlukan oleh orang tua namun perlu biaya pula anak-anaknya. Supaya tidak menjadi panjang, mulai buat tradisi dengan mempersiapkan dana pendidikan, dana pensiun, hari tua dan lainnya.

2. The club.

Generasi yang satu ini memiliki rentan usia 30 sampai dengan 60 tahun dan sudah menikah lalu diapit oleh kedua orang yaitu anak dan orang tua. Umumnya orang yang berada pada kondisi ini akan lebih banyak memiliki tanggungan hidup generasinya.

3. The open faced.

Ini merupakan ciri dari generasi siapa saja dan rentan usia berapa saja dan masuk dalam perawatan lansia. Dimana generasi yang satu ini sudah menikah namun harus melakukan pembiayaan atas orang tua bahkan saudara kandungnya. Ini juga cukup berat apalagi tanpa persiapan masa depan yang matang lebih terlatih dalam mencukupi.

Beberapa waktu belakangan ini memang sandwich generation lebih dikenal dikalangan muda namun juga dewasa. Persoalan mengenai hidup yang tidak kunjung selesai dan selalu menjadi korban atas berbagai kebutuhan para generasinya. Terutama mengenai financial yang cukup berat, tidak ingin mengalami hal ini? Makanya ini sebelum memutuskan untuk menikah dan berkeluarga Anda harus simak baik mengenai generasi ini, jangan sampai Anda terbebani atas apa saja yang menjadi kewajiban seperti merawat orang tua, anak bahkan membiayai keduanya.

Source : https://ilovelife.co.id/blog/sandwich-gen/